Harmonisasi 440Hz
Siang yang panas
cahaya matahari menerawang lubang sempit
terberkas bayangnya memudar di tembok kusam
kupetikkan jemariku di atas senar-senar logam
nadanya melambung saat tangan kiriku
mendekati lubang leher bergaris itu
kuikuti nada-nada harmonis mengalun
pikirku tersentak pada sebuah angka
empat ratus empat puluh Hertz
ketika orang abad lawas telah membuat angka ini
untuk mengukir lubang pada pipa organa
Terus saja aku mengikutinya
Ia mengalun pada sebulat membran
yang digetarkan oleh induksi elektromagnet
siapakah membran ini,
yang dapat membunyikan berbagai timbre
Ketika matahari menyengat
induksi itu mengalirkan angin segar untukku
Siapakah induksi itu,
sehingga ia dapat menuntun aliran waktu yang semakin tua
aliran yang terus mengiringi
indahnya bahasa musik dalam kacamata fisika
